Rabu, 28 Oktober 2015

Burung Cendrawasih

Cendrawasih atau paradisoaeidae apoda, minor, cicinnurus regius, dan seleudicis melanoleuca merupakan burung khas dari Papua. Dari 43 spesies burung surga ini, 35 di antaranya bisa ditemukan di Papua.
Burung Cendrawasih yang dianggap sebagai burung surga.
Kekhasan burung ini terdapat pada bulu indahnya. Dan bulu indah ini hanya dimiliki oleh burung cendrawasih jantan saja.  Umumnya warna-warna bulu burung ini sangat cerah dengan kombinasi hitam, cokelat, kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau dan ungu.
Burung ini biasanya hidup di hutan yang lebat atau di dataran rendah. Ia memiliki kebiasaan bermain di pagi hari saat matahari mulai menampakkan cahaya di ufuk timur.
Cendrawasih jantan memakai bulu lehernya yang menawan untuk menarik lawan jenis. Tarian cendrawasih jantan amat memukau. Sambil bernyanyi di atas dahan, pejantan ini bergoyang-goyang ke berbagai arah. Kadang malah bergantung terbalik bertumpu pada dahan.
Oleh masyarakat di Papua, burung cendrawasih dipercaya sebagai titisan bidadari tak berkaki atau Apoda, burung yang cantik tetapi tak berkaki, karena mereka berjalan atau hanya bertengger di dahan pohon saja.
Burung Cendrawasih ini dulu populasinya cukup banyak di hutan Papua, tapi karena terus diburu, akhirnya populasi burung ini menurun tajam dan semakin sulit ditemui. Bukan hanya diburu, tetapi habitat berkembangbiaknya pun semakin sempit karena banyak penebangan hutan.

Rendang




Rendang (bahasa Minang: Randang) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau yang menggunakan daging dan santan kelapa sebagai bahan utama dengan kandungan bumbu rempah-rempah yang kaya. Masakan dengan citarasa yang pedas ini digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, dan dapat ditemukan di seluruh Rumah Makan Padang di Indonesia, Malaysia, ataupun di negara lainnya. Masakan ini kadang lebih dikenal dengan nama Rendang Padang, padahal rendang merupakan masakan khas Minang secara umum.
Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.

Sejarah Sumpah Pemuda

Di Jakarta diadakan kongres yang diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia atau biasa disebut juga PPPI ada tanggal 27 Oktober 1928. Himpunan PPPI ini berdiri pada tahun 1926 yang anggotanya kebanyakan mahasiswa hukum dan ada juga mahasiswa kedokteran di Batavia.
Kongres tersebut di hadiri oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dari partai politik diantaranya yaitu, Soekarno, Sunaryo dan Sartono. Hadir juga 2 orang wakil dari pemerintah Hindia Belanda yaitu Van der Plas dan Dr. Pijper. Selain itu juga ada 2 utusan lagi dari Volksraad. Karena judulnya juga sumpah pemuda, kongres inipun dihadiri oleh 9 organisasi pemuda yang terkemuka, seperti, Pemudia Indonesia, Pemuda Kaum Betawi, PPPI, Jong Sumatranen Bond, Sekar Rukun, Jong Java, Jong Bataks Bond, Jong Islamienten dan Jong Celebes.
Sejarah Sumpah Pemuda
Adapun susunan kepanitiaan kongres tersebut yaitu:
Ketua                    : Sugondo Djojopuspito (PPPI)
Wakil Ketua           : Djoko Marsiad (Jong Java)
Sekretaris              : Muh. Yamin (Jong Sumatranen Bond)
Bendahara             : Amir Syarifuddin (Jong Bataks Bond
Pembantu I            : Djohan Muh Tjai (Jong Islamienten Bond)
Pembantu II           : Kotjosungkono (Pemuda Indonesia)
Pembantu III          : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV          : J. Leimena (Jong Ambon)
Pembantu V           : Rohjani (Pemuda Betawi)
Persoalan yang didiskusikan dalam kongres tersebut yaitu cara untuk memeprsatukan pemuda-pemudiIndonesia yang selama ini sudah dicita-citakan oleh para pemuda juga para mahasiswa Indonesia baik pemuda yang ada di Indonesia maupun yang ada di Negara Belanda.
Kongres ini diakan secara terbuka di tiga tempat berbeda yang semuanya menampilkan prasaran yang berbeda juga yaitu oleh Muh. Yamin dengan prasaran “Persatuan dan Kebangsaan Indonesia”, oleh Nn. Purnomowulan, Darwono dan S. Mangunsarkoro dengan prasaran “Pendidikan” dan oleh Mr. Suaryo dan Ramelan dengan Prasaran “Kepanduan”.
Rapat tersebut diadakan pada Minggu malam senin pada tanggal 28 Oktober 1928, yang dimana rapat itu merupakan sidang penutup kongres dengan hasil keputusan sebagai berikut:
Pertama     : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia
Kedua         : kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga       : kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatua, bahasa Indonesia
Teks Sumpah Pemuda
Dan ketiga sumpah inilah yang disebut dengan Sumpah Pemuda yang selalu dibacakan di setiap tahunnya di acara upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober.
Pada penutupan kongres tersebut juga pertama kalinya lagu Indonesia raya diperdengarkan oleh paduan suara dari anggota PPPI yang dipimpin oleh Bintang Sudibyo dan diiringi oleh biola oleh Wage Rudolp Supratman.
Kemudian peserta kongres melakukan ikrar, satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa, dengan keyakinan dan tekad bahwa asas itu wajib dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia.
Kongres II ini merupakan lanjutan dari kongres I yang dilakukan 2 tahun sebelumnya. Kongres I dilaksanakan oleh panitia yang bernama Jong Indonesia Kongres Komite yang dipimpin oleh Tabrani. Adapun tujuan dari kongres I ini yaitu menanamkan semangat kerjasama pemuda Indonesia untuk dijadikan dasar untuk persatuan Indonesia. Dengan harapan dapat membentuk suatu perhimpunan massa pemuda Indonesia yang ada di waktu itu.
Kongres I itu diadakan pada tangal 30 April sampai 2 Mei tahun 1926, namun kongres tersebut belum mencapai hasil yang diinginkan. Beberapa bulan setelah itu ada perkumpulan pemuda baru yang bernama Jong Indonesia yang berdiri pada tanggal 31 Agustus 1926. Kemudian pada awal tahun 1927 Soekarno mendirikan organisasi pemuda juga yang diberi nama Jong Indonesia yang kemudian diganti namanya menjadi Pemuda Indonesia.
Setelah itu semakin bertambah organisasi pemuda yang sehingga terdoronglah untuk mendirikan PPPI yang mengambil prakarsa untuk melaksanakan Kongres Pemuda II. Maka dengan itu Kongres Pemuda II itu sebenarnya kelanjutan dari Kongres Pemuda I.

Senin, 26 Oktober 2015

Sejarah Kekuatan Militer Indonesia

1960-an, Era Presiden Sukarno.
kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.
1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.



Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.
Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).
Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.

2. 30 pesawat MiG-15.

3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.

4. 10 pesawat supersonic MiG-19.
pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.
Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.
Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.
Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.









Ini semua membuat Indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.

Kawah Tangkuban Parahu

Tangkuban Parahu adalah gunung berapi yang masih aktif, terletak 25-30 km di utara kota Bandung ke arah kota kecil Lembang. Perpaduan antara keindahan alam, dongeng populer, dan akses yang mudah dari Bandung menjadikan Tangkuban Parahu sebagai ikon wisata Jawa Barat. Selain itu, di tempat ini secara rutin digelar Festival Budaya dan Pariwisata Gunung Tangkuban Parahu.


Tangkuban Parahu terkenal dengan legenda rakyat masyarakat Jawa Barat yaitu Sangkuriang. Gunung ini berbentuk seperti perahu terbalik, dimana menurut legenda hal itu disebabkan karena Sangkuriang gagal memenuhi janji membuat perahu dan danaunya dalam satu malam sebagai syarat untuk menikahi Dayang Sumbi yang sejatinya adalah ibunya sendiri. Sangkuriang yang gagal karena kehabisan waktu kemudian menendang perahu tersebut hingga melayang jauh dan terbalik. Perahu terbalik tersebut tertelungkup, yang dalam bahasa Sunda disebut tangkub, sehingga sampai saat ini disebut Tangkuban Parahu.


Kawah besar yang terdapat di gunung ini merupakan pemandangan yang menakjubkan dan Anda dapat menjelajahi kawahnya sekitar 2 jam. Gas sulfur masih keluar dari kawah meskipun tidak aktif. Dari atas gunung ini, Kota Bandung hanyalah hamparan luas di kaki gunung. Kunjungi tempat ini sebagai bukti Anda telah ‘melihat’ Bandung.


Gunung Tangkuban Parahu (2084 m dpl) terbentuk dari aktivitas letusan berulang Gunung Api Sunda. Dalam catatan selama 2 abad terakhir, gunung ini meletus beberapa kali, yaitu: 1829, 1846, 1862, 1887, 1896, 1910, dan tahun 1929. Gunung Tangkuban Parahu memiliki tiga bentukan kawah utama, yaitu: Kawah Paguyangan Badak berumur 90.000-40.000 tahun. Aktivitas gunung kemudian berpindah dan membentuk Kawah Upas pada 40.000-10.000 tahun lalu. Terakhir, aktivitas berpindah ke Kawah Ratu, 10.000 tahun lalu sampai sekarang.

Minggu, 25 Oktober 2015

Puncak Carstensz

Puncak Jaya Wijaya, lebih dikenal oleh pendaki gunung sebagai Piramida Carstensz memiliki ketinggian 4.844 meter di atas permukaan laut. Inilah salah satu puncak tertinggi di muka Bumi ini telah menarik minat-gletser abadi di garis Khatulistiwa terutama para petualang dan pendaki gunung yang ingin mencapai gletser tertingginya di kepulauan tropis Nusantara. Dalam bahasa lokal gunung ini bernama Mbainggelah.


Carstenz Pyramid amat dikenal oleh wisatawan petualang karena merupakan salah satu dari tujuh gunung di muka Bumi yang paling diidamkan pendaki dari seluruh dunia. Puncak gunung yang menjadi incaran para pendaki dikenal sebagai The Seven Summit, yaitu Puncak Aconcagua (6.961 meter) di Argentina-Amerika Latin, Puncak Everest (8.848 m) di Himalaya-Nepal, Puncak Elbrus (5.642 m) di Rusia, Puncak Kilimanjaro (5.895 m) di Tanzania-Afrika, Puncak McKinley (6.194 m) di Alaska-USA, dan terakhir adalah Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid (4.884 m) di Papua-Indonesia.


Pada 1623, seorang penjelajah Belanda, Jan Carstensz, melihat gunung yang tertutup salju dan menamakan gunung itu dengan nama belakangnya. Fenomena alam ini sangat jarang karena es alami biasanya tidak turun di sepanjang khatulistiwa. Sayangnya, penurunan gletser yang signifikan telah ditemukan pada beberapa lokasi seperti di Puncak Trikora dan Glacier Meren antara 1939, 1962 dan 1994 hingga tahun 2000. Meski demikian, salju abadi yang luas ini masih sangat mengagumkan.


Pendakian ke puncak memerlukan teknik khusus dan mendaki medannya hanya direkomendasikan bagi pendaki yang berpengalaman. Terdapat tiga pendakain tersulit dari lima titik pendakian. Menjadikan puncak ini sebagai salah satu puncak paling sulit untuk ditaklukan di dunia, dan puncak tertinggi antara Andes dan Himalaya, jika Anda behasil menaklukkan Puncak Carstensz maka jeritan kemenangan dan kegembiraan akan Anda teriakan di puncak Jayawijaya.


Adventure Carstensz menjadi salah satu operator tur yang dapat diandalkan untuk jasa pendakian ke puncak Jayawijaya yang bersalju. Rincian biaya mendaki ke Puncak Carstensz untuk turis mancanegara sekira USD 10 ribu - USD 11 ribu. Sementara itu, untuk wisatawan domestik biayanya mulai Rp30 juta. Biaya tersebut sudah meliputi perjalanan pendakian ke Puncak Carstensz, baik dari tenda, makanan, porter, transportasi, pemandu, kemanan, serta bermalam di homestay setelah pendakian. Perjalananya akan diatur dan disesuaikan harganya, paling cepat perjalanan selama 5 hari.

Pura Luhur Uluwatu

Dari sekian banyak pura-pura Hindu yang Anda ingin kunjungi di Bali, Pura Luhur Uluwatu pasti salah satunya. Pura ini berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung. Pura ini berdiri megah di ketinggian 97 meter di atas permukaan laut berpijak pada anjungan batu karang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut, di ujung barat daya pulau Bali.












Lokasi pura ini sangat indah dan menakjubkan, pengunjung yang datang ke pura ini bukan hanya akan merasakan suasana religius tapi juga panorama alam semesta hasil kejaiban Sang Maha Kuasa. Hantaman ombak yang memukul dinding karang menghasilkan buih-buih putih yang cantik dapat terlihat dari atas tebing.

Pada awalnya Pura ini digunakan sebagai tempat memuja seorang pendeta suci dari Abad 11 bernama Empu Kuturan yang menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali di akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah/Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu. Orang Hindu di Bali menggangap pura ini merupakan Pura Sad Kayangan sebagai penyangga dari 9 mata angin. Kedudukan Pura Luhur Uluwatu berhadap-hadapan dengan Pura Andakasa, Pura Batur dan Pura Besakih. Karena itu umumnya banyak umat Hindu sangat yakin di Pura Luhur Uluwatu itulah sebagai media untuk memohon karunia menata kehidupan di bumi ini.











Sebagai pura yang didirikan dengan konsepsi Sad Winayaka, Pura Luhur Uluwatu sebagai salah satu dari Pura Sad Kahyangan untuk melestarikan Sad Kertih (Atma Kerti, Samudra Kerti, Danu Kerti, Wana Kerti, Jagat Kerti dan Jana Kerti). Sedangkan sebagai pura yang didirikan berdasarkan Konsepsi Padma Bhuwana, Pura Luhur Uluwatu didirikan sebagai aspek Tuhan yang menguasai arah barat daya. Pemujaan Dewa Siwa Rudra adalah pemujaan Tuhan dalam memberi energi kepada ciptaannya.


Pura ini juga dihuni oleh sekumpulan monyet yang hilir mudik di dalam kawasan pura yang menarik perhatian para penggunjung. Konon monyet-monyet ini diyakini sebagai penjaga pura.






Tepat di bawah pura ini terdapat pantai Pecatu, ombak pantai ini memikat banyak peselancar dari seluruh belahan dunia, bahkan event internasional seringkali diadakan di sini.

Monumen Khatulistiwa


Di antara semua negara di dunia, hanya 12 negara yang berdiri di garis Khatulistiwa. Dua kota yang berada di 12 negara tersebut, hanya satu yang bediri tepat di garis katulistiwa tepat memisahkan belahan bumi selatan dan utara. Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat yang sebelumnya dikenal sebagai Borneo Barat, menjadi satu-satunya kota di dunia yang duduk tepat di garis Khatulistiwa, sebuah fakta yang tidak memerlukan persetujuan atau perjanjian internasional. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa monumen katulistiwa dibangun di kota ini.


Dengan menggunakan alat-alat dan metode sederhana, seorang ahli geografi dan penjelajah asal Belanda memimpin sebuah misi untuk menemukan sebuah kota di garis Khatulistiwa. Akhirnya, tahun 1928, ia menemukan kota dengan sungai terpanjang di kepulauan Indonesia berdiri tepat di garis Khatulistiwa. Dia segera menandai tempat di tepi Sungai Kapuas Kecil ini dengan tiang sederhana dan panah. 70 tahun kemudian, melalui renovasi dan rekonstruksi yang dilakukan Badan Teknologi Terapan Indonesia mengadakan studi untuk mengetahui posisi tepat garis katulistiwa dengan menggunakan sistem posisi geografis. Meskipun terdapat perbedaan jarak yang cukup besar namun tim penemu pertama tetap dikagumi, dihormati, dan tidak akan pernah terlupakan.


Monumen Khatulistiwa awalnya dibangun dari empat pilar kayu ulin. Kayu ulin itu didapat secara lokal dan dibangun untuk menjaga posisi panah tetap stabil karena merupakan simbol orientasi dan rujukan. Kata yang berasal dari bahasa Belanda: 'EVENAAR' tertulis jelas di panah yang berarti  'Khatulistiwa' dalam Bahasa Indonesia. Titik penanda ini kemudian dicatat dalam bola dunia tahun 1930, dimana seorang perwira Belanda bernama Herman Neijenhuis ditugaskan untuk menjaga monumen tersebut dari tahun 1936-1940. Dua kali setahun, titik kulminasi sinar Matahari terjadi di sini, yaitu pada Vernal Equinox (21-23 Maret), dan Equinox (September 21-23). Peristiwa ini terjadi setahun dua kali, banyak pengunjung begitu juga masyarakat setempat menanti waktu untuk bisa merasakan keajaiban alam ini selama lima menit. 

Kata Borneo diyakini berasal dari Pigafetta dan sahabat penjelajah Magellan pada tahun 1521, mereka memberikan nama 'Burne' untuk mengambarkan sebuah pulau yang sangat besar, karena pelaut membutuhkan waktu selama tiga bulan untuk mengelilingi pulau tersebut. Kalimantan adalah tanah yang kaya batubara, minyak, dan gas, dan tetap menjadi salah satu dari sisa cadangan hutan hujan tropis terbesar di Indonesia.

Pulau Selayar

Selayar - Indonesia travel




















Terletak di ujung Provinsi Sulawesi Selatan, pulau tenang dan terisolasi ini bernama Pulau Selayar. Di sanalah akan Anda dapati pulau dengan hamparan pasir putih luas dan perairan nan jernih. Meskipun masih didominasi oleh hutan tadah hujan, Selayar menawarkan banyak pantai berpasir putih.

Pulau Selayar memiliki panjang 80 kilometer dan merupakan pintu gerbang menuju ke keindahan Taman Nasional Taka Bonerate. Di bawah lautnya tersimpan warna-warni terumbu karang, spons raksasa, hingga beraneka ragam jenis ikan seperti duyung, tuna, penyu dan pari manta. Selayar terdiri dari 21 pulau dan atol, dimana Taka Bonerate merupakan atol terbesar ketiga di dunia setelah Kepulauan Marshall dan Maladewa.

Kota terbesar di Selayar adalah Benteng yang ramai dengan sepeda motor dan becak. Pusat kotanya masih menyisakan sebuah penjara tua peninggalan Belanda dari tahun 1890 yang masih kokoh berdiri. Pusat kota atau sering disebut alun-alun itu merupakan pusat berbagai kegiatan perayaan seni, budaya, dan hiburan di Selayar.

Pulau Selayar sebenarnya sudah terkenal sejak berabad lamanya, Manuskrip Jawa kuno, yaituNagara Kertagama menyebutkan pada abad ke-14 terdapat sebuah kerajaan yang berkuasa di Selayar. Kerajaan pra-Islam tersebut tampaknya telah menjadi pusat perdagangan dan dikunjungi pedagang dari China, Filipina dan Thailand. Bukti keberadaan kerajaan di Pulau Selayar tersebut diperkuat bukti-bukti yang ditemukan berbagai artefak di sekitar pulau. Salah satu penemuan yang paling penting adalah Gendang Dongson yang merupakan gendang terbesar di dunia dan menurut penelitian sudah berusia sekira 2.000 tahun. Gedang ini kemungkinan berasal dari zaman perunggu. Artefak yang ditemukan lainnya adalah seperti porselen Cina dan porselen Sawankholok (Thailand). Menurut penelitian bahwa kemungkinan pengaruh Islam mulai masuk Selayar pada abad ke-16 yang dibawa oleh pengikut Sulatan Ternate dari Maluku Utara.

Pada abad ke-16 kekuasaan atas Pulau Selayar diperebutkan berbagai pihak karena produk katunnya yang menjadi favorit di Nusantara. Perebutan kekuasaan atas Selayar ketika itu akhirnya dimenangkan Belanda dan kemudian memonopoli perdagangan kapas serta memaksa rakyat Selayar untuk mengirimkan kapas hanya ke Fort Rotterdam di Makasaar saja. Akan tetapi, dengan hadirnya kain modern membuat popularitas kapas menyusut dan masyarakat Selayar pun dipaksa untuk kembali hidup dari produk kelapa.

Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu











Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu atau lebih dikenali sebagai Kepulauan Seribu merupakan gugusan kepulauan di Teluk Jakarta yang membentang sekira 100 mil dengan luas 108.000 hektar atau mencapai sebelas kali luas daratan Jakarta. Kawasan taman nasional laut yang berlokasi 45 km sebelah utara Kota Jakarta itu merupakan kawasan pelestarian alam bahari dengan zona konservasi yang terus dijaga keindahan dan kebersihannya.

Anda yang berdiam di Kota Jakarta sebenarnya tidak perlu jauh-jauh ke Bali atau berlibur ke pulau indah lainnya di Nusantara. Untuk menikmati keindahan alam tropis laut Indonesia mengapa tidak kini mencoba plesir ke Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Kawasan ini kian hari kian digemari sebagai salah satu tujuan wisata favorit wisata bahari.

Jumlah pulau di kawasan ini nyatanya tidaklah seribu melainkan sekira 342 pulau dan yang ideal untuk tempat wisata ada 20 pulau dari 45 pulau wisata umum dan wisata khusus. 6 pulau di kawasan ini telah dijadikan sebagai tujuan wisata dengan sarana dan prasarana yang memadai, yaitu: Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kotok, Pulau Putri, Pulau Pantara, dan Pulau Sepa.



Pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu sebagian besar tidak berpenghuni dan berupa pulau pasir dengan terumbu karang bervegetasi maupun tidak. Dari keseluruhan pulau di kawasan ini diperkirakan ada 17 pulau sudah tenggelam akibat abrasi alam.




Umumnya mereka yang datang ke Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu untuk menikmati keindahan alamnya dengan snorkeling atau diving. Pulau Tidung menjadi pulau yang paling lengkap fasilitasnya serta mampu menampung wisatawan dalam jumlah besar. Apabila Anda ingin mengunjungi pulau yang bernuansa alam maka Pulau Pramuka cocok untuk ekowisata dan wisata edukasi. Beberapa pulau lain yang dapat Anda sambangi, yaitu: Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Sepa, Pulau Putri, Pulau Alam Kotok, Pulau Pelangi, Pulau Pari, dan Pulau Pantara.

Sebagian besar pantai di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dilindungi hutan bakau yang menjadi rumah bagi biawak, ular cincin emas, dan piton. Fauna di kawasan ini diperkirakan ada sekira 17 jenis burung, 350 jenis ikan karang, 2 jenis kima, 3 kelompok ganggang, 101 jenis moluska, 237 jenis terumbu karang, dan 6 jenis rumput laut.



Sementara itu, flora  di Taman Nasional Kepulauan Seribu didominasi tumbuhan pantai, seperti nyamplung (Calophyllum inophyllum), butun (Barringtonia asiatica), bogem (Bruguiera sp.), sukun





Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu mempunyai sumber daya alam khas berupa ekosistem karang yang unik yaitu terumbu karang. Pulau-pulau di kawasan ini dikelilingi terumbu karang tepian (fringing reef) dengan kedalaman 1-20 meter. Terumbu karang seniri merupakan salah satu sub sistem ekosistem perairan laut yang produktif. Beberapa jenis karang keras di sini, yaitu: seperti karang batu (massive coral), karang meja (table coral); karang kipas (gorgonia); karang daun (leaf coral); karang jamur (mushroom coral).



Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu kini ditata menjadi dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Kepulauan Seribu Utara (3 kelurahan) dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan (3 kelurahan). Pusat pemerintahannya sendiri ada di Pulau Pramuka dan sudah difungsikan sejak 2003. Mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan perairan dan zona konservasi maka pengembangan wilayah kabupaten ini lebih ditekankan pada budidaya laut dan pariwisata.

Danau Toba













Danau Toba merupakan keajaiban alam menakjubkan di Pulau Sumatera. Sulit membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi di Sumatera Utara selain danau ini. Suasana sejuk menyegarkan, hamparan air jernih membiru, dan pemandangan memesona pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari imaji danau raksasa yang berada 900 meter di atas permukaan laut itu.

Danau Toba adalah danau berkawah seluas 1.145 kilometer persegi. Di tengahnya berdiam sebuah pulau dengan luas yang hampir sebanding dengan luas negara Singapura. Danau Toba sebenarnya lebih menyerupai lautan daripada danau mengingat ukurannya. Oleh karena itu, Danau Toba ditempatkan sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria di Afrika. Danau Toba juga termasuk danau terdalam di dunia yaitu sekira 450 meter.

Danau Toba diperkirakan para ahli terbentuk setelah letusan gunung api super sekira 73.000-75.000 tahun lalu. Saat itu 2.800 km kubik bahan vulkanik dimuntahkan Gunung Toba yang meletus hingga debu vulkanik yang ditiup angin menyebar ke separuh wilayah Bumi. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 kilometer di atas permukaan laut.




 Akibat letusan gunung api super  (Gunung Toba) diperkirakan telah menyebabkan kematian massal dan kepunahan beberapa spesies mahluk hidup. Letusan Gunung Toba telah menyebabkan terjadinya perubahan cuaca bumi dan mulainya masuk ke zaman es sehingga mempengaruhi peradaban dunia.




Bagi masyarakat sekitar Danau Toba memiliki sejarah magis yang dipercayai sebagai tempat tinggal Namborru (tujuh dewi nenek moyang Suku Batak). Apabila suku Batak akan melakukan upacara di sekitar danau mak mereka harus berdoa dan meminta izin Namborru terlebih dahulu.



Pulau Samosir adalah pulau yang unik karena merupakan pulau vulkanik di tengah Danau Toba. Ketinggiannya 1.000 meter di atas permukaan laut. Meskipun telah menjadi tempat tujuan wisata sejak lama, Samosir merupakan keindahan alam yang belum terjamah. Di tengah Pulau Samosir ini masih ada lagi dua danau indah yang diberi nama Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Daerah sekitar Danau Toba memiliki hutan-hutan pinus yang tertata asri. Di pinggiran Danau Toba terdapat beberapa air terjun yang sangat mempesona. Di sekitar Danau Toba juga akan Anda dapati tempat pemandian air belarang.

Di Pulau Samosir Anda juga dapat menemukan pegunungan berkabut, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat peladang. Keramahan masyarakat Batak pun akan memikat Anda karena kemanapun Anda pergi maka dengan segera dapat menemukan teman baru.

Di Kota Parapat yang merupakan semenanjung yang menonjol ke danau Anda dapat Anda nikmati pemandangan spektakuler Danau Toba. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungan yang dikenal memiliki sifat ceria dan mudah bergaul, terkenal pula senang mendendangkan lagu bertema cinta yang riang namun penuh perasaan.  

Tarsius Sulawesi (TARSIUS SPECTRUM )

Tarsius tarsier (Binatang Hantu/Kera Hantu) adalah suatu jenis primata kecil, memiliki tubuh berwarna coklat kemerahan dengan warna kulit kelabu, bermata besar dengan telinga menghadap ke depan dan memiliki bentuk yang lebar.


Nama Tarsius diambil karena ciri fisik tubuh mereka yang istimewa, yaitu tulang tarsal yang memanjang, yang membentuk pergelangan kaki mereka sehingga mereka dapat melompat sejauh 3 meter (hampir 10 kaki) dari satu pohon ke pohon lainnya. Tarsius juga memiliki ekor panjang yang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. Setiap tangan dan kaki hewan ini memiliki lima jari yang panjang. Jari-jari ini memiliki kuku, kecuali jari kedua dan ketiga yang memiliki cakar yang digunakan untuk grooming.
Yang paling istimewa dari Tarsius adalah matanya yang besar. Ukuran matanya lebih besar jika dibandingkan besar otaknya sendiri. Mata ini dapat digunakan untuk melihat dengan tajam dalam kegelapan tetapi sebaliknya, hewan ini hampir tidak bisa melihat pada siang hari. Kepala Tarsius dapat memutar hampir 180 derajat baik ke arah kanan maupun ke arah kiri, seperti burung hantu. Telinga mereka juga dapat digerakkan untuk mendeteksi keberadaan mangsa
Tarsius adalah makhluk nokturnal yang melakukan aktivitas pada malam hari dan tidur pada siang hari. Oleh sebab itu Tarsius berburu pada malam hari. Mangsa mereka yang paling utama adalah serangga seperti kecoa, jangkrik, dan terkadang reptil kecil, burung, dan kelelawar. Habitatnya adalah di hutan-hutan Sulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan, juga di pulau-pulau sekitar Sulawesi seperti Suwu, Selayar, dan Peleng.  Di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Tarsius lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan “balao cengke” atau “tikus jongkok” jika diartikan kedalam Bahasa Indonesia.